Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Andai Kamu Tau

Duduklah dulu. Seperempat jam aku menunggu, Lalu kamu datang dengan raut kesalmu. Sejujurnya akan baik jika hanya padaku kamu bersedia terbuka perihal emosimu. Andai saja kamu tau.

Perkenalan kita mungkin berawal dari keisengan temanku. Tapi debar yang tercipta mana bisa kuanggap bercanda ketika bibirmu bersuara menyebut nama. Aku sudah jatuh sejak itu. Andai saja kamu tau.

Seiring waktu, disertai kerapnya temu. Adalah hal yang wajar bukan, kalau akhirnya kamu semakin kuinginkan? Tapi di sisi lain, perihal pengungkapan perasaan, rasanya terlalu mewah untukku. Aku cukup merasa senang dengan terus mendukungmu. Aku cukup merasa senang dengan hadir sebagai orang yang sedia mendengarmu. Aku cukup senang hingga ketika tergeletak sendirian sembari menerawang langit-langit kamar muncul pertanyaan: Apa kamu punya perasaan yang sama?

Aku takut jika penafsiranku salah. Aku takut jika kedekatan kita tak kamu artikan sama. Aku memang laki-laki. Tapi aku juga manusia biasa yang pernah potek hatiny…

Postingan Terbaru

Kamu Bakal Pergi

Tentang Hari Ini

Agar Tak Melewatkanmu

Simulasi Seandainya

Ke Mana Kata-kata Bermuara?

Barangkali

Hello, Good bye

Jika Boleh

One Day Trip - Rantau Pandan - Lubuk Beringin

First of All